
DENGGOL Bicara Siapa Dia:SANG Putra Karo
SORANA.CO.ID-JAKARTA:Memori Kenangan atas berpulangnya bapak Letjend(Purn) Amir Sembiring Depari diusia 78 tahun.⚘️Sosok Jenderal yang bersahaja ini,awalnya saya panggil Mama ( paman dalam bahasa Suku Karo,karena saya bebere sembiring pelawi).
Namun karena Nande/ibu beliau beru Surbakti sama dengan marga kami.Maka beliau menyampaikan,Kam panggil aku,Kila saja permen.Sebab bagi saya marga Surbakti adalah darah daging Ibu/ Nande saya…Kam Kalimbubu penghormatan kami, kata Bapak Letjend ini belasan tahun silam.
Selanjutnya,dibanyak pertemuan acara adat Suku Karo atau pertemuan kegiatan pelayanan di Gereja GBKP atau kegiatan sosial lainnya.Kami selalu bertutur sapa,terlebih beliau pernah menjadi Ketua DPP HMKI ( Himpunan Masyarakat Karo Indonesia) pada tahun 2014,dan setelah itu menjadi dewan penasihat HMKI hingga saat ini.
Hal ini membuat intensitas berbagai topik diskusi kami sangat hangat dan mendalam.Terutama tentang bagaimana awalnya beliau ikut test Akademi militer dari pinggiran kota medan dari sebuah desa kecil di daerah Pancurbatu.
Hingga bisa lulus akmil tahun 1970,sampai beliau mencapai pangkat “Bintang Tiga”, semua hanya anugerah Tuhan semata,ujar Bapak mantan Pangdam Cenderawasih tahun 1998-1999 ini dengan rendah hati.
Suatu ketika dalam sebuah pertemuan kami ada acara makan bersama dirumah beliau,menjelang umurnya 70 tahun.Saya bertanya kepada beliau,Kila,bagaimana cara bisa hidup sehat hingga sampai tua dan juga bagaimana bisa sukses dalam karir kita? Tanyaku.
Beberapa nasihat Beliau yang masih saya ingat adalah :1.Hidup kita sudah ada Tuhan yang mengatur,jadi kerjakanlah bagian kita apa yang terbaik.⚘Kesaksianku jelasnya,dalam dunia militer kita harus memiliki sopan dan santun ,bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan loyal kepada atasan/Pimpinan.Serta berwibawa,mencintai dan tegas kepada pasukan kita (anak buah).
2.Rajinlah belajar dan belajarlah dengan tekun.⚘️Kesaksiannya,Suatu ketika aku ditempatkan di Bandung bagian pendidikan/kodiklat.Aku berpikir dalam hati,sepertinya karirku akan habis disini.Tetapi disana, aku terus belajar dengan baik siang malam dan yakin bahwa tidak ada ilmu yang tidak berguna.
Eh..suatu kita ada pertemuan di Jakarta.Aku bertemu dengan bekas komandanku,waktu aku perwira muda dulu.Beliau orang Aceh dan baik sekali, sudah lama sekali kami tidak bertemu.Jenderal itu bertanya…Hi Sembiring,kamu sekarang tugas dimana ?Siap,di Bandung Pak bagian pendidikan ……
Apakah,kamu mau pindah ke bagian ini,…ungkapnya..Saya jawab,Siap Jenderal…Kirimkan lamaranmu dan rupanya tanpa saya tahu ,dia bertanya tentang kinerja saya,kepada atasan di Bandung dan Puji Tuhan nilai saya terbaik disana.
Setelah itu karir saya melejit lagi kata Bapak tiga putri yang pernah menjabat Sekretaris Utama Lemhanas RI.Walaupun sesungguhnya saya tidak pernah bermimpi mendapatkan bintang tiga,karena apalah saya hanya anak kampung dari Pancurbatu,ungkap Bapak Letjend yang murah senyum ini.3.Pesannya kepada kami generasi muda Karo waktu itu.
-Tetap semangat untuk bekerja,berjuang dan berkarya.-Pintar berkomunikasi dan bergaul dengan baik kepada semua orang dan jangan sombong.-Jangan langsung mau kejar jabatan saja,tapi buktikan kita mampu untuk menjadi Pemimpin diposisi itu.
Selamat Jalan Kila Jenderal simelias,enggo melala kami erlajar bas kam kerna kegeluhan enda.Kami ikut hadir pada acara nggalari utang adat Karo hingga penguburannya secara militer hari ini di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata.Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.(Mazmur 116:15)-(Penulis/foto :By Budianro Surbakti)- (www.sorana.co.id//ras/litsus)































