
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo isi sambutan di Milad PUI ke-108. (Foto: Eko Widiantoro)
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pentinganya Saling Mengingatkan
SORANA.CO.ID-MAJALENGKA JAWA BARAT: Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menghadiri puncak peringatan Milad Persatuan Ummat Islam (PUI) ke-108 yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk bangsa di Majalengka Jawa Barat.Senin (23/2/2026).
Dalam acara tersebut, Sigit menekankan pentingnya sinergi dan persatuan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan global maupun dinamika sosial di dalam negeri. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program-program strategis pemerintah dapat berjalan dengan optimal.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Sigit menilai, peran semua pihak dibutuhkan untuk menjaga stabilitas nasional.“Ke depan, harapannya kita semua bisa menjadi cooling system, saling mengingatkan agar tidak dibenturkan oleh sesama anak bangsa,” kata Sigit.
Kapolri menilai, praktik adu domba antar elemen masyarakat dapat menghambat pembangunan nasional. Padahal, Indonesia tengah menyiapkan diri menuju visi besar Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan kebersamaan dan soliditas seluruh komponen bangsa.
Menurut Sigit, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus terus dirawat sebagai kekuatan. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika setiap elemen bergerak sendiri-sendiri dengan kepentingan sektoral.“Setiap elemen bangsa punya keunggulan masing-masing. Tapi kalau berjalan sendiri dan tidak bersatu, akan sulit membawa kemajuan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyinggung program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita sebagai arah pembangunan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia turut terlibat aktif dalam mendukung agenda tersebut. Salah satunya melalui program ketahanan pangan dengan mendorong swasembada jagung, serta dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.
Selain itu, Kapolri mengajak PUI untuk berperan aktif dalam mengawasi berbagai ancaman sosial yang berpotensi merusak generasi muda, seperti judi online, pinjaman online ilegal, dan peredaran narkoba.
“Tiga hal ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa. Karena itu, dibutuhkan peran bersama untuk mengawasi dan mencegahnya,” ujar Sigit.Ia berharap, peran organisasi keagamaan seperti PUI dapat terus menjadi mitra strategis dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, serta mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045. (www.sorana.co.id//ras/@eko)































