Tiga Prestasi Nasional Pendidikan Majalengka Di 2025 Dari Anggaran Hingga Anak Tak Sekolah

 

Kepala Dinas Pendidikan Majalengka H.Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Pd. (foto: Yets)

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Tingkatkan Prestasi Generasi

SORANA.CO.ID-MAJALENGKA JAWA BARAT : Kinerja sektor pendidikan di Kabupaten Majalengka sepanjang 2025 mencatat hasil positif di tingkat nasional. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka meraih tiga penghargaan penting, mulai dari pengelolaan anggaran pendidikan, penguatan karakter anak, hingga capaian partisipasi sekolah.

Capaian pertama diraih dalam pengalokasian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan. Majalengka tercatat sebagai pemerintah daerah terbaik pertama dengan persentase alokasi anggaran SPM pendidikan terbesar secara nasional pada 2025. ]

SPM pendidikan sendiri merupakan layanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah daerah untuk menjamin hak peserta didik memperoleh pendidikan minimal yang berkualitas, dari PAUD hingga pendidikan kesetaraan.Respons Terbaik Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Tak hanya soal anggaran, Majalengka juga meraih peringkat pertama nasional dalam respons dan kolaborasi pelaksanaan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada akhir 2024 ini bertujuan membentuk karakter anak melalui kebiasaan positif, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Keberhasilan Majalengka dinilai terletak pada kuatnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengimplementasikan gerakan tersebut di lingkungan pendidikan dan sosial.APS Tinggi, Anak Tidak Sekolah di Bawah 35 Ribu

Prestasi ketiga datang dari capaian Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–18 tahun. Berdasarkan Rapor Pendidikan 2025, Majalengka berhasil menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga di bawah 35 ribu orang. Capaian ini mengantarkan Majalengka ke peringkat ketiga terbaik nasional dalam kinerja APS kelompok usia tersebut.

Padahal secara nasional, meski APS usia 7–15 tahun telah mencapai 98,22 persen, tantangan masih cukup besar pada jenjang pendidikan menengah.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Umar Ma’ruf, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.

“Prestasi ini tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Majalengka,” ujar Umar saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Fokus Kejar IPM lewat PKBM Model.Meski mencatat prestasi nasional, Umar mengakui Majalengka masih menghadapi pekerjaan rumah besar, khususnya dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini, IPM Majalengka masih berada di peringkat ke-23 se-Jawa Barat.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Disdik Majalengka berencana mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Model mulai 2026. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan nonformal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“PKBM Model sudah mulai berjalan. Dengan kolaborasi bersama OPD lain seperti sektor pertanian dan DK2UKM, kami optimistis IPM pendidikan Majalengka bisa meningkat,” tutup Umar. (www.sorana.co.id//ras/@ eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here