
Sejumah pekerjaan masih dalam proses di beberapa lokasi. (Foto: Eko Widiantoro)
DENGGOL Bicara Siapa Dia: Wakil Rakyat Pastikan Pembangunan Sesuai Dengan Ketentuan
SORANA.CO.ID–MAJALENGKA JAWA BARAT : Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka menyoroti kualitas material dan pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di empat sekolah, Rabu (14/10/2026). Temuan yang menjadi perhatian di antaranya kualitas genteng di SDN Wanasalam II yang dinilai lebih rendah dibandingkan genteng lama, serta perbedaan jarak rangka atap baja ringan di SDN Majalengka Wetan IV.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, meminta pihak sekolah mengganti genteng yang telah terpasang di SDN Wanasalam II dengan material baru yang memiliki kualitas baik dan sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Selain SDN Wanasalam II dan SDN Majalengka Wetan IV, sidak juga dilakukan di SDN Majalengka VII dan SDN Putri Dalem I. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan dan spesifikasi teknis.
1. Genteng di SDN Wanasalam II diminta diganti
Temuan kualitas genteng menjadi salah satu sorotan dalam sidak Komisi III. Di SDN Wanasalam II, anggota dewan mendapati genteng baru yang sudah terpasang, tetapi kualitasnya dinilai berada di bawah genteng lama.
Iing Misbahuddin kemudian menginstruksikan pihak sekolah agar genteng tersebut segera diganti dengan material berkualitas baik sesuai spesifikasi yang direncanakan.
Menurut Komisi III, kualitas material menjadi aspek penting dalam proyek revitalisasi sekolah. Penggunaan bahan bangunan harus mengacu pada ketentuan dalam RAB agar hasil pekerjaan sesuai dengan perencanaan.
Temuan tersebut juga menjadi perhatian terhadap proses pemeriksaan material sebelum dan selama pemasangan. Kesesuaian kualitas perlu dipastikan agar perbaikan dapat dilakukan tanpa menunggu proyek dinyatakan selesai.
2. Jarak rangka atap di SDN Majalengka Wetan IV berbeda
Selain persoalan genteng, Komisi III menemukan perbedaan jarak pada sejumlah rangka atap baja ringan di SDN Majalengka Wetan IV.
Iing mengatakan, pemeriksaan saat sidak masih berfokus pada struktur bangunan, terutama bagian atap. Dari hasil pengamatan, terdapat ukuran jarak rangka yang berbeda-beda dan perlu dicocokkan dengan gambar kerja.
“Sidak hari ini masih pada struktur bangunan dan terkonsentrasi pada struktur atap. Dari sisi gambar sudah ada, hanya saja jaraknya di SDN Majalengka Wetan IV ada sedikit selisih. Ada yang sesuai, ada yang berbeda-beda, ada yang 87, ada yang 90 lebih,” ujar Iing.
Ia menyebut tingkat kesesuaian pekerjaan di sekolah tersebut baru mencapai sekitar 60 persen berdasarkan peninjauan langsung di lapangan.
Perbedaan ukuran tersebut perlu diperiksa secara teknis untuk memastikan pemasangan rangka atap sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi yang telah ditentukan.
Kepala SDN Majalengka Wetan IV, Ai Ratna, S.Pd., menyambut positif sidak tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai RAB, sedangkan bagian yang dinilai belum sesuai masih dapat diperbaiki karena pengerjaan belum selesai.
3. DPRD minta garansi konstruksi di SDN Majalengka VII
Di SDN Majalengka VII, Komisi III menyatakan tidak dapat memeriksa seluruh detail struktur secara langsung karena pekerjaan telah selesai dan sejumlah bagian konstruksi tidak lagi terlihat.
Kondisi tersebut membuat pemeriksaan terhadap bagian yang sudah tertutup menjadi lebih terbatas.
Komisi III pun meminta adanya garansi konstruksi sebagai bentuk jaminan tanggung jawab atas kualitas hasil pekerjaan dalam jangka panjang.
Permintaan ini menjadi catatan penting agar mutu pekerjaan tetap dapat dipertanggungjawabkan, termasuk ketika bangunan telah selesai dikerjakan.
Sementara itu, SDN Putri Dalem I juga menjadi salah satu lokasi peninjauan dalam rangkaian sidak tersebut.
4. Fungsi pengawasan ikut menjadi sorotan
Berbagai temuan tersebut membuat Komisi III menekankan pentingnya pengawasan proyek yang profesional dan berjalan sejak awal pembangunan.
Iing meminta pengawas memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan RAB, gambar kerja, serta spesifikasi teknis. Pengawasan, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus mampu mengidentifikasi ketidaksesuaian dan memastikan tindak lanjutnya.
Pemeriksaan selama proses pembangunan juga dinilai penting karena sejumlah bagian konstruksi akan sulit diamati setelah pekerjaan selesai atau tertutup.
Komisi III berharap seluruh temuan dalam sidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Dengan demikian, program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majalengka dapat menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan aman digunakan oleh siswa maupun tenaga pendidik.(www.sorana.co.id//ras/@eko)






























