
Kepala Desa Sukadana Dadan Awaludin tegaskan lahan lokasi ada di depan KDM. (Foto: Eko)
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Gercep Untuk Rakyat
SORANA.CO.ID-MAJALENGKA JAWA BARAT :Di Balai Desa Sukadana, Kecamatan Malausma, puluhan warga duduk beralaskan tikar. Sebagian memeluk anaknya, sebagian lagi menatap kosong ke luar ruangan. Rumah yang selama ini menjadi tempat pulang, kini tak lagi aman untuk dihuni akibat pergerakan tanah di Blok Godabaya.
Di tengah suasana cemas itu, Kamis (19/2/2026), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang langsung menemui warga. Tanpa seremoni berlebihan, ia menyapa satu per satu pengungsi, mendengar keluhan, dan menenangkan mereka yang masih diliputi rasa takut.
“Kami tidak mau warga merasa sendirian menghadapi musibah seperti ini,” ucap Dedi di hadapan para pengungsi.Bantuan Tunai untuk Bertahan di Masa Sulit
Dalam kunjungan itu, Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta untuk setiap kepala keluarga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan bisa digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian.
Bagi Rohman, salah seorang warga terdampak, bantuan dan kehadiran langsung pimpinan daerah menjadi penguat di tengah kondisi sulit.“Bukan cuma soal uangnya. Kami merasa diperhatikan. Itu yang bikin kami lebih tenang,” katanya lirih.
Dialog Sederhana yang Menyalakan Harapan.Di sela peninjauan, suasana sempat mencair ketika Dedi berdialog santai dengan Kepala Desa Sukadana, Dadan Awaludin, sambil merekam vlog menggunakan ponselnya.
“Pa Kuwu, aya teu lahan keur relokasi?” tanyanya.“Siap Bapa Aing, aya!” jawab Dadan tanpa ragu.Jawaban singkat itu disambut senyum warga. Bagi mereka, kata “aya” menjadi simbol harapan: ada tempat baru untuk memulai kembali.Dari Bencana ke Kampung Wisata
Tak berhenti pada penanganan darurat, Dedi memaparkan rencana jangka panjang yang cukup ambisius. Kawasan relokasi nantinya akan ditata menjadi Kampung Wisata, dengan konsep rumah panggung dan hunian berbahan kayu yang lebih ringan serta tahan gempa.
Pemprov Jabar menyiapkan anggaran Rp40 juta per unit rumah panggung, serta dana Rp1 miliar untuk pembangunan rumah kayu dan penataan lingkungan. Infrastruktur pendukung seperti jalan akan dikerjakan melalui program Karya Bakti bersama Kodim setempat.
“Musibah ini jangan hanya menyisakan trauma. Kita ubah jadi awal kehidupan yang lebih baik dan lebih aman,” ujar Dedi.Pemkab Majalengka Siap Dukung Relokasi
Bupati Majalengka Eman Suherman yang turut mendampingi menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan relokasi yang aman dan masih berada tak jauh dari Desa Sukadana.
“Kami siap mendukung penuh. Yang terpenting, warga bisa tinggal di tempat yang aman dan layak,” katanya.Sementara itu, Kepala Desa Sukadana menegaskan pihak desa akan mengawal proses relokasi agar sesuai kebutuhan warga.
“Yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah kepastian. Dengan kehadiran Pak Gubernur dan Pak Bupati, kami merasa punya pegangan,” ujar Dadan.Menata Ulang Masa DepanPergerakan tanah di Blok Godabaya memang meninggalkan luka dan ketakutan. Namun, dari balai desa yang kini menjadi tempat pengungsian, harapan mulai tumbuh.
Bagi warga Sukadana, kunjungan langsung pemimpin daerah bukan sekadar agenda pemerintahan, melainkan isyarat bahwa masa depan masih bisa ditata ulang—lebih aman, lebih manusiawi. (www.sorana.co.id//ras/@ eko)































