Pakar Universitas Sydney “Listen To Know” Kunci Cegah Kekerasan Seksual Di Sekolah

 

DENGGOL Bicara Siapa Dia: mampu memahami serta menangani kasus kekerasan seksual dengan lbaik.

SORANA.CO.ID-BANDUNG BJAWA BARAT:Kekerasan seksual pada remaja usia sekolah menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius. Profesor sekaligus dosen pengajar bidang gender, seksualitas, dan pendidikan Universitas Sydney, Victoria Rawlings menilai, isu kekerasan seksual masih kerap diabaikan.

“Kekerasan seksual tidak dipandang seperti kebakaran yang harus segera ditangani. Akibatnya, isu ini kurang mendapat perhatian, padahal kekerasan seksual merupakan produk dari kondisi yang dibiarkan,” ujarnya dalam Lokakarya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Hotel Grand Tjokro Bandung, Rabu (14/1/2026).

Vic, sapaan akrabnya menjelaskan, pencegahan dapat dimulai dari sistem sosial-budaya serta iklim lembaga yang memiliki kepedulian terhadap isu tersebut. Di satuan pendidikan, ia mendorong guru yang tergabung dalam Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) untuk menerapkan prinsip listen to know, yakni mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang disampaikan peserta didik.

“Ketika murid berani melapor kepada guru, itu sesuatu yang luar biasa karena jarang terjadi. Saat anak terbuka dengan kondisinya, tugas kita adalah terus mendukung dan memberi ruang bagi siswa untuk berbicara,” tambahnya.

Menurutnya, dukungan merupakan hal utama yang dibutuhkan siswa dari guru. “Jangan langsung berpikir untuk menyelesaikan masalahnya, tetapi tawarkan dulu kepedulian, kasih, dan pemahaman. Ketika seorang anak menceritakan lukanya kepada ibu guru, itu tanda ia percaya,” sambung Vic.

Melalui lokakarya yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) tersebut, Vic mendorong sekolah agar mampu memahami serta menangani kasus kekerasan seksual dengan lebih baik.

Sementara itu, Sekdisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat menyebut, kekerasan seksual pada remaja sebagai fenomena gunung es. Ia mengajak satuan pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman dan ramah bagi anak.

“Regulasi sudah kuat, ada Permendikbud dan Tim TPPK. Tinggal terus mengupayakan advokasi serta edukasi pendidikan seksual sejak dini,” jelasnya.Sekdisdik menegaskan, pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, keluarga, dan lingkungan.

“Selama dua hari ke depan, mari kita rumuskan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat,” tegasnya.Lokakarya yang diikuti 42 kepala sekolah dan guru dari 24 SMA dan beberapa pengawas sekolah di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII ini, berlangsung pada 14–15 Januari 2026.(www.sorana.co.id//ras/Erwin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here