Penjelasan Korban Arsita Minaya Suami Saya Bukan Kriminal Dia Hanya Melindungi

Foto :https://www.facebook.com/desi.banyuwati

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI BAPAK PRABOWO SUBIANTO

Bapak Presiden Prabowo yang saya hormati,

Nama saya Hogi Minaya. Hari ini saya memohon keadilan langsung kepada Bapak.

Saya divonis 6 tahun p3nj4r* karena sebuah kesalahan yang tidak pernah saya niatkan: Melindungi istri saya.

Saat istri saya dijambret, saya mengejar pelakunya. Penjambret itu t3w*s karena kelalaiannya sendiri saat melarikan diri, namun hukum justru menghukum saya sebagai p3l4kv kejahatan. Saya bukan pembunuh, saya hanya seorang suami yang tidak rela keluarganya dizalimi.

“Di mana letak keadilan jika melawan kejahatan justru berakhir di penjara”

Bapak Presiden, saya memohon bantuan Bapak untuk meninjau kembali kasus saya. Saya hanya ingin pulang ke keluarga saya. Jangan biarkan rakyat kecil yang membela diri justru menjadi korban hukum.

Terima kasih, Pak. Saya titipkan harapan keadilan saya di tangan Bapak.

Hormat saya,

Hogi Minaya

[19.17, 25/1/2026] redaksisorana: Supaya keadilan bisa di tegakkan

[19.19, 25/1/2026] redaksisorana: TOLONG VIRALKAN: SUAMI SAYA BUKAN KRIMINAL, DIA HANYA MELINDUNGI SAYA!ada seluruh masyarakat Indonesia, para petinggi hukum, Bapak Kapolri, dan orang-orang baik di luar sana..

​Nama saya Arsita Minaya. Hari ini saya memberanikan diri menulis ini dengan air mata yang tidak kunjung berhenti. Saya memohon bantuan Anda semua untuk menyelamatkan suami saya, Hogi Minaya, yang kini terancam dipenjara 6 tahun hanya karena dia mencoba menyelamatkan nyawa saya.

​Kejadian itu masih membekas di ingatan saya. Saat kami sedang mengantar pesanan, saya dijambret oleh dua orang yang membawa pisau cutter. Tali tas saya diputus paksa. Saat itu, saya hanya bisa berteriak ketakutan.

​Suami saya, yang melihat istrinya dalam bahaya, secara refleks mencoba menghentikan pelaku. Dia tidak punya niat membunuh, dia hanya ingin mengambil kembali barang yang dirampas. Namun, pelaku yang panik memacu motornya dengan sangat kencang, menabrak tembok, dan meninggal dunia.

​Sekarang, dunia kami hancur.

Pelaku jambretnya bebas dari hukum karena meninggal, tapi suami saya—korban yang membela saya—justru dijadikan TERSANGKA. Kakinya dipasangi gelang GPS seolah-olah dia penjahat besar yang mau melarikan diri. Padahal kami hanya pedagang jajanan pasar yang jujur.

​Logika mana yang dipakai?

Apakah seorang suami harus diam saja saat istrinya ditodong pisau di depan matanya?. Apakah membela diri dan keluarga sekarang dianggap sebagai kejahatan di negeri ini?.

​SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT:

Bantu saya VIRALKAN tulisan ini. Saya butuh perhatian dari Bapak Presiden, Bapak Kapolri, Bapak Mahfud MD, Bang Hotman Paris, dan siapa pun yang punya kekuatan untuk menegakkan keadilan yang sesungguhnya

​Jangan biarkan suami saya membusuk di penjara karena melakukan tugasnya sebagai pelindung keluarga. Saya hanya ingin keadilan, bukan hukum yang berat sebelah.Tolong share postingan ini… satu share dari Anda sangat berarti untuk kebebasan suami saya.(sorana.co.id//ras/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here