
Foto:https://www.facebook.com/ameenabeladefan14
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Dari Pada Beban NKRI Pulangkan Saja Ke Negara Asal Selesai….!
SORANA.CO.ID-RIAU PEKANBARU:Mmeminta agar pemerintah dan lembaga terkait memberikan pendidikan gratis hingga tahun 2026.Pendidikan dinilai mereka sebagai, h4k dasar yang sangat penting untuk masa depan anak-anak Rohingya yang selama ini hidup tanpa kepastian st4tus kew4rgan€garaan.
“Anak-anak kami membutuhkan sekolah. Pendidikan adalah satu-satunya harapan agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar salah satu perwakilan Rohingya dalam aksi tersebut.
Aksi ini juga menyoroti tant4ngan kem4nusiaan yang dihadapi Rohingya di berbagai daerah Indonesia, termasuk keterbatasan fasilitas, akses layanan publik, dan ketergantungan pada bantuan internasional.
Selama ini, sebagian besar bantuan disalurkan melalui kerja sama antara pemerintah, organisasi internasional, dan lembaga kemanusiaan.Pihak berwenang setempat menyatakan telah menerima aspirasi para pengungsi dan akan menyampaikannya kepada instansi terkait.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan ketertiban, sekaligus memastikan pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas dalam menangani isv RohingyaPengamat sosial menilai aksi ini mencerminkan meningkatnya tekanan hidup yang dialami para Rohingya.
Mereka menilai perlu adanya koordinasi lebih intensif antara pemerintah pusat, daerah, serta organisasi internasional agar kebijakan penanganan Rohingya lebih berkelanjutan dan manusi4wi.
Hingga aksi berakhir, situasi di lokasi terpantau kondusif.Para Rohingya berharap tuntutan mereka dapat menjadi perhatian serius, terutama terkait peningkatan bantuan dan jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak Rohingya di Indonesia.
Sementara itu Mantan M€nteri Koordinator Bidang Politik, Hvkum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan Pemerintah Indonesia bisa saja mengvsir Rohingya kapan saja.
Sebab, Indonesia tidak pernah menandatangani kesepakatan dengan negara-negara yang tergabung dalam Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk P€ngungsi (UNHCR).
Sebenarnya, Indonesia berhak membvang, berhak mengvsir ( Rohingya) menurut hvkum internasional, tapi diplomasi Indonesia adalah diplomasi kemanusiaan sehingga semua yang datang ditampung,” kata Mahfud di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat,waktu lalu.
Namun, saat ini masyarakat sudah meng€luhkan kehadiran para Rohingya. Untuk itu, pemerintah menyiapkan tempat penampungan sementara.
Untuk Rohingya yang akan berada di Indonesia lebih lama, Mahfud mengatakan pemerintah akan rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tiga provinsi untuk membahas anggaran dan lokasi penampungan sementara.
“Sekarang sedang kami galang tiga provinsi sasaran Rohingya yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Riau untuk rapat Forkopimda bersama mencari temoay sementara demi kemanusiaan,” ujat Mahfud.
“Kemanusiaan juga kita harus memperhatikan kepentingan nasional kita karena kepentingan nasional kita juga banyak manusia-manusia yang memerlukan,” tandas dia.Source: Words Akamsihttps://www.facebook.com/ameenabeladefan14-(sorana.co.is//ras/red)































