CATATAN PENYAPU KOIN PANTURA JEMBATAN SEWO :Tragedi Kecelakaaan Bus Tasmigrasi Tahun 1974 Tewas 67 Orang Mitos Mistis Lewat Jembatan Lempar Koin Rupiah Biar Selamat

DENGGOL Bicara Siapa Dia :Pengemis Pengangguran Sapu Koin

OLeh : Raskhanna S Depari

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Jangan Pertontonkan Rakyat Jadi Pengemis Jalanan

SORANA.CO.ID-INDRAMAYU JAWA BARAT:Jembatan Sewo di perbatasan Subang-Indramayu, Jawa Barat, terkenal karena legenda kecelakaan tragis bus transmigran tahun 1974 yang menewaskan 67 orang, menciptakan mitos mistis. Tradisi lempar koin muncul agar selamat melintasi jalur pantura, sering dikaitkan dengan kisah “penyapu koin” arwah Saidah-Saeni atau sosok gaib penunggu jembatan.

Berikut adalah poin-poin penting terkait asal usul Jembatan Sewo:Tragedi Kecelakaan 1974: Penyebab utama kemistisan jembatan ini adalah kecelakaan bus rombongan transmigran ke Sumatera Selatan yang masuk sungai dan terbakar pada 11 Maret 1974, menewaskan puluhan penumpang.

Legenda Saidah dan Saeni: Cerita rakyat setempat menyebutkan adanya kakak beradik, Saidah dan Saeni, penampil seni Ronggeng yang meninggal di sekitar jembatan tersebut, sehingga dipercaya arwahnya “meminta saweran” berupa koin dari pengguna jalan

Mitos Keamanan: Pengendara melempar koin (tawur duit) dipercaya sebagai sedekah atau bentuk “izin” agar selamat melintasi Jembatan Sewo dan terhindar dari gangguan makhluk halus.

Penyapu Koin: Tradisi melempar koin melahirkan profesi “penyapu koin” oleh warga lokal, yang berjejer di jembatan untuk menyapu uang koin atau kertas yang dilemparkan, terutama saat arus mudik/balik lebaran.

Batas Wilayah: Secara geografis, Jembatan Sewo adalah perbatasan Indramayu-Subang (Kali Sewo) yang dianggap keramat, bahkan mitosnya kesaktian orang yang berniat jahat akan hilang saat melewatinya. Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya lokal dan mata pencaharian warga sekitar, meskipun berakar dari kisah tragis dan mistis.

Upaya di lakukan Bupati  Indramyu Lucky Hakim atas perintah Gubernur Jabar KDM  dan inisiatif Pemkab Indramayu tinjau dan investigasi kondisi aktivitas warga jadi penyapu uang recehan di jembatan sewo sudah identik jading mata pencaharian cari makan buat warga setempat.Jumat (19/3/2026)

Upaya himbauan dan razia di lapangan oleh petugas dari Polres Indramyau dengan Satpol PP ketika di lakukan razia warga setempat berhenti total tidak ada di lokasi jembatan Sewo.Sesudah petugas selesai maka warga setempat kembali beraktivitas jaring uang recehan di jembatan tersebut.

Atas kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga pada saat di tinjau di lapangan paran pengemis pemungut recehan tidak melakukan aktivitas setelah pulang Dedi Mulyadi maka aktivitas kembali berjalan seperti semula.

Terbukti gagal atasi pengemis Gubernur Jabar KDM dengan Bupati Subang Renaldy dan Bupati Indramayu Lucky Hakim,berarti rakyat Jawa Barat khusunya di jalur Pantai Utara (PANTURA) di berbatasan Jembatan Sewo dipertontonkan pada public warga pengemis uang di jembatan Sewo sangat memprihatinkan.Ini harus diselesaikan dengan arif mengatasi aktivitas warga sudah menjadi mata pencaharian ini harus segera cari solusinya demi kemanusian warga setempat.

Sejak lama lokasi Jembatan Sewo perbatasan daerah Kabupaten Subang dengan Kabupaten Indramayu Jawa Barat,dijadikan warga setempat baik warga Indramayu maupun Subang setiap hari terlihat di lokasi jembatan Sewo untuk menjaring uang recehan dari pengendara motor-mobil lintas batas jembatan yang lempar uang receh.

Dari hasil lemparan uang dari pengemudi mobil maupun penumpang ketika lintas jembatan Sewo maka warga di lokasi dengan menggunan alat sapu lidi yang panjang maupunn alat lainnya uang recehan di ambil oleh pengemis di jembatan sewo tersebut.

Pelaku pengemis jembatan sewo ini setiap hari libur jumlahnya mencapai ratusan orang pengemis terbuka.Fakta terjadi jembatan sewo tersebut ajang lahan usaha pengemis pantura Jawa Barat.Apakah ha linin tetap dibiarkan tanpa meliha faktor lain keselematan pengemudi jalanan dan jugab membuat tingkat kemacetan din Jalur Pantura Jabar.

Keselamatan pengemudi khususnya lintas jalur Pantura tepatnya di lokasi Jembatan Sewo harus jadi pekerjaan serius oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Bupati Subang dan Bupati Indramayu,yangb memiliki hak untuk melindungi dan cari solusi untuk rakyat untuk dapat menutup permanen kegiatan pengemis jalanan jembatan sewo tutup selesai.

Pemerintah Privinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Subang Renaldy Putra Andita Budi Raemi dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim tampaknya meilihat rakyat jadi pengemis di JALUR PANTAI UTARA (PANTURA) harus gerak cepat jangan di jadikan mitos daerah peristiwa jembatan sewo di gunakan ancak bagi warga setempat mengadang unag recehan dari pengemudi lintas jalur tersebut-(www.sorana.co.id//raskhanna s depari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here