Tuntut Transparansi Beras 1 Ton Di Garasi Kepala Desa-AMUK Sukajati Gelar Audiensi-Kepala Desa Nuryanti Tak Hadir

 

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Usust Sampai Tuntas

SORANA.CO.ID-INDRAMAYU JAWA BARAT:Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Sukajati memadati halaman Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis, Kamis (02/10/2026) pagi.Audiensi ini digelar untuk menuntut klarifikasi Kuwu Sukajati, Nuryanti, terkait temuan 1 Ton Beras Bantuan Pangan yang disebut berada di garasi mobil Kuwu/Kepala Desa

Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk besar bertuliskan “MENIMBUN BERAS BANTUAN PANGAN UNTUK RAKYAT LEBIH BUSUK BAUNYA DARI TUMPUKAN SAMPAH.!”.Audiensi dihadiri lengkap oleh unsur Forkopimcam, yakni Camat Haurgeulis, Kapolsek Haurgeulis, dan Koramil Haurgeulis, serta aparat desa dan perwakilan warga.

Namun Kuwu Nuryanti tidak hadir. Sekdes Sukajati, Fuji, yang mewakili Kuwu menyampaikan bahwa Kuwu sedang dalam pemeriksaan di Polres Indramayu sehingga tidak bisa hadir.

Suasana sempat memanas. Dalam video yang diterima redaksi, salah satu orator dengan tegas meminta massa tetap satu komando dan waspada terhadap penyusup.”Semua satu komando, semua satu komando tenang… jangan ada penyusup. Awas kalau ada penyusup buang dari sini,” teriak orator tersebut di hadapan warga yang merekam dengan HP.

Kita tidak boleh suudzon. Kita menghindar dari kenyataan… Kita hargai mau bohong mau tidak biar ada Gusti Allah,” lanjutnya.Fakta mengejutkan lain diungkap warga dalam forum tersebut. Menurut keterangan warga yang dapat dipertanggungjawabkan, penyaluran beras bantuan diduga dipotong.

“Beras bantuan pangan alasannya buat Jumat Berkah, makanya yang dapat beras bantuan pangan itu masyarakat dapat tiga diambil satu oleh pihak desa,” ungkap warga.Hingga berita ini ditayangkan, Kuwu Sukajati Nuryanti belum memberikan klarifikasi resmi. AMUK Sukajati mendesak Camat dan APH untuk mengaudit transparansi penyaluran bantuan pangan di Desa Sukajati.(wwwsorana.co.id//ras/supriyadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here