Iing Misbahuddin Soroti Arah Pembangunan Majalengka, Infrastruktur Tak Boleh Abaikan Lingkungan

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Mari Jaga Lingkungkan Bersih Untuk Kesehatan

SORANA.CO.ID–MAJALENGKA JAWA BARAT:  Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi kerap menjadi tolok ukur kemajuan daerah. Namun, ada persoalan lain yang tidak boleh luput dari perhatian: sejauh mana pembangunan tersebut memperhitungkan daya dukung lingkungan?

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS, Iing Misbahuddin, mengingatkan pentingnya pembangunan rendah karbon sebagai bagian dari arah pembangunan daerah. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Pandangan tersebut disampaikan Iing dalam momentum Dies Natalis ke-31 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) AKAMPA Universitas Majalengka di Auditorium UNMA, 31 Oktober 2026.Kegiatan itu diikuti siswa sekolah menengah atas yang tergabung dalam Siswa Pecinta Alam (SISPALA) serta mahasiswa anggota UKM AKAMPA dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.

Dalam unggahan media sosialnya, Iing menegaskan bahwa pembangunan rendah karbon bukan lagi sekadar wacana ekologis. Ia menyebutnya sebagai kebutuhan mendesak untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan daya dukung lingkungan di Kabupaten Majalengka.

Legislatif dan tanggung jawab ekologis

Pernyataan Iing membawa persoalan pembangunan lingkungan ke ranah kebijakan publik. Sebab, pembangunan rendah karbon tidak cukup hanya menjadi agenda komunitas pecinta alam atau kampanye kesadaran lingkungan.

Diperlukan keterlibatan lembaga legislatif dalam mengawal kebijakan pembangunan agar pertimbangan ekologis tidak tersisih oleh kepentingan pertumbuhan fisik dan ekonomi.

Dalam konteks ini, fungsi legislatif tidak hanya berkaitan dengan pembentukan peraturan dan pengawasan pemerintahan. DPRD juga memiliki ruang untuk memastikan bahwa arah pembangunan daerah memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, kolaborasi antara legislatif, akademisi, dan mahasiswa menjadi penting. Ketiganya memiliki peran berbeda, tetapi dapat bertemu dalam agenda yang sama, yakni mendorong pembangunan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mahasiswa tidak cukup menjadi penonton

Iing juga menempatkan kalangan mahasiswa dan pelajar sebagai bagian penting dalam gerakan kepedulian lingkungan.Kehadiran peserta dari kelompok SISPALA dan UKM AKAMPA dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperluas kesadaran ekologis, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat.

Ia berharap UKM AKAMPA terus menjadi motor penggerak kesadaran lingkungan. Sinergi dengan dunia legislatif dan akademisi diharapkan dapat melahirkan gagasan, kebijakan, serta aksi konkret.

Namun, tantangan pembangunan berkelanjutan tidak selesai melalui forum diskusi dan kegiatan seremonial. Gagasan pembangunan rendah karbon membutuhkan tindak lanjut dalam kebijakan dan praktik pembangunan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan Majalengka bukan semata-mata jumlah infrastruktur yang dibangun atau pertumbuhan ekonomi yang dicapai. Kemampuan menjaga keseimbangan ekologis juga menentukan apakah kemajuan tersebut dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.(www.sorana.co.id//ras/@eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here