
DENGGOL Bicara Siapa Dia : Pemajuan Wisata Dermayu
SORANA.CO.ID – INDRAMAYU JAWA BARAT: Dinas Pariwisata Kabupaten Indramayu menyoal Pariwisata itu menyangkut beberapa bidang,diantaranya ; Bidang Destinasi, Bidang UMKM dan Bidang Pemasaran.(Jumat,16/01/2026)
Saat diwawancara wartawan sorana.co.id melalui pesan WhatsApp Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Indramayu Nang Sadewo mengatakan bahwa pemangku jabatan di bidang – bidang tersebut harus mumpuni punya kemampuan memahami tantangan dan solusi di lapangan dan juga imajinasi bagaimana mengembangkan pariwisata daerah,tegas Nang Sadewo
Dan semuanya itu seharusnya bisa kompak untuk mendongkrak upaya memajukan pariwisata daerah selain political will kepala daerah :Pentahelix adalah model kolaborasi sinergis antara lima pemangku kepentingan utama : Akademisi, Bisnis ( Pelaku Usaha ),
Komunitas, Pemerintah ( Government ) dan Media – Jurnalistik ( ABCGM ) untuk menciptakan solusi komprehensif dan berkelanjutan dalam berbagai bidang, seperti pengembangan ekonomi kreatif, penanggulangan bencana, termasuk khususnya pariwisata, dengan memanfaatkan kekuatan dan sumber daya masing – masing pihak
Hexahelix adalah model kolaborasi inovatif yang melibatkan enam aktor utama untuk mencapai tujuan bersama, seperti pengembangan program atau pelayanan publik, dengan menggabungkan elemen dari model inovasi sebelumnya ( Triple Helix, Quadruple Helix, Quintuple Helix ) menjadi sebuah ekosistem yang lebih komprehensif.
Enam aktor ini biasanya meliputi pemerintah, akademisi, dunia usaha ( bisnis ) media massa, organisasi masyarakat /komunitas, dan sering kali ditambah satu elemen kunci seperti hukum / regulasi atau teknologi informasi,ujarnya
Indramayu sudah menggadang soal Riparda – Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah ( Bagaimana Target Kondisinya sekarang ) _ melakukan FGD, Pembahasan Renstra bersama Stakeholder Pariwisata, Pelaku usaha pariwisata organisasi pariwisata _ Pokdarwis ( Kelompok Sadar Wisata ),
HPI ( Himpunan Pramuwisata Indonesia ) Indramayu, PHRI ( Persatuan Hotel Restauran Indonesia ) Indramayu jika ini memang dilakukan secara serius tentu saja sudah ada gambaran ” Apa yang harus dilakukan.Menurut Nang Sadewo jika saat ini ada wacana Pengelolaan akan diberikan kepada swasta Investor itu juga harus jelas tujuan capaiannya selain PAD meskipun harus disadari.
Pemkab punya keterbatasan namun bukan berarti swastanisasi menjadi rumus terakhir ini sama saja dengan pasrah dan SKPD terkait yaitu Dispara 3 bidang tadi secara terang – terangan ingin mengatakan kami tidak sanggup bekerja lagi-lalu bagaimana secara moral fungsinya sebagai lembaga pelayanan publik
Kerja – kerja Kepariwisataan adalah kerja Imajinasi keindahan, pelayanan dan sense Of belonging terhadap Keunggulan Daerah harus bisa mendongkrak SDM dan potensi daerah khususnya di bidang kepariwisataan
Jika memang swastanisasi adalah rumus terakhir – harus jelas perekrutannya dan diutamakan pihak swasta yang tidak bermasalah dalam arti memiliki kemampuan SDM dan finansial serta tetap harus mengutamakan Kepentingan masyarakat Indramayu yaitu pekerja dan sinergitas stakeholder pariwisata.(www.sorana.co.id//ras/ @ Ridwan)































