Ekraf Majalengka Hadirkan Rampak Genteng, Musik Kanvas, Dan Lukisan Perupa Dalam Kunjungan Maruarar Sirait

Momen usai berbuka puasa Menteri PKP ditemani Wabup Dan Ketua Komite Ekraf Majalengka. (Foto:Eko)

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Bangkitkan Sentra Industri Genteng

SORANA.CO.ID – MAJALENGKA JAWA BARAT: Rintik hujan yang turun sejak sore di Majalengka, Rabu (11/3/2026), tidak menghentikan semangat para seniman lokal. Di sebuah panggung sederhana, dentuman rampak genteng mulai terdengar, dimainkan oleh para seniman dari komunitas Jatiwangi Art Factory (JAF).

Genteng tanah liat yang biasanya menjadi atap rumah, malam itu berubah menjadi alat musik. Irama yang tercipta menjadi sambutan hangat bagi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang tengah berkunjung ke daerah yang dikenal sebagai sentra industri genteng tersebut.

Rangkaian kegiatan itu diinisiasi oleh Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Majalengka sebagai cara memperkenalkan wajah kreatif daerah. Para pelaku seni dan ekonomi kreatif ikut terlibat, mulai dari musisi hingga perupa lokal.

Di tengah alunan musik genteng yang terus menggema, Maruarar bahkan sempat naik ke panggung. Ia mencoba memainkan instrumen genteng bersama para musisi JAF. Suasana pun menjadi lebih cair ketika Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi ikut bergabung memainkan alat musik tersebut.

Di sudut lain lokasi acara, para perupa Majalengka juga menyiapkan karya mereka. Beberapa kanvas disusun membentuk lukisan puzzle yang menggambarkan sosok Maruarar Sirait.Saat menghampiri area tersebut, Maruarar terlihat memperhatikan lukisan itu dari dekat. Potongan-potongan kanvas yang disusun menjadi wajahnya membuat sang menteri tersenyum.

Tak lama kemudian, ia memuji karya para perupa tersebut. Bahkan secara spontan, Maruarar memesan lukisan dirinya bersama sang istri kepada para seniman Majalengka.Bagi para perupa, momen itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Karya yang mereka siapkan sebagai bentuk sambutan ternyata mendapat perhatian langsung dari pejabat negara.

Tak hanya rampak genteng dan lukisan, Ekraf Majalengka juga menampilkan kreasi baru berupa musik kanvas. Sajian ini memadukan unsur seni rupa dengan pertunjukan musik, menghadirkan kanvas sebagai bagian dari ekspresi artistik dalam panggung seni.

Ketua Komite Ekraf Majalengka H. Baya mengatakan rangkaian kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk menunjukkan potensi kreativitas masyarakat Majalengka.“Majalengka bukan hanya tentang genteng sebagai produk industri. Dari genteng lahir musik rampak genteng, dari kanvas lahir lukisan. Semua itu menunjukkan kreativitas para seniman dan pelaku ekraf di daerah ini,” ujar Baya.

Di tengah hujan yang belum benar-benar reda, musik genteng tetap bergema. Para seniman terus memainkan irama, sementara para perupa tersenyum melihat karya mereka mendapat perhatian.Malam itu, di Majalengka, seni menjadi bahasa sederhana untuk menyambut tamu sekaligus memperkenalkan wajah kreatif sebuah daerah.(www.sorana.co.id//ras//@eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here