
Pengrus Partai Gerindra berikan santunan untuk yatim piatu, jompo, disabilitas serta keluarga tidak mampu (Foto: Eko)
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pilihan Terbaik Saling Membantu
SORANA.CO.ID-MAJALENGKA JAWA BARAT: Tak ada panggung megah atau pesta meriah dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Majalengka. Sabtu (7/2/2026), Gedung DPC Gerindra Majalengka justru dipenuhi suasana keakraban dan kepedulian. Para kader berkumpul, bukan untuk bersorak, melainkan untuk berbagi.
Ketua DPC Gerindra Majalengka sekaligus anggota DPR RI, H. Jefry Romdhony, mengatakan peringatan tahun ini sengaja dibuat sederhana. Alasannya sederhana pula: di saat sebagian masyarakat masih berjuang memulihkan diri dari bencana, berpesta bukanlah pilihan yang bijak.
“Tidak etis kalau kita merayakan ulang tahun partai secara hura-hura, sementara di beberapa daerah masih ada saudara kita yang sedang berduka,” ujar Jefry di sela kegiatan.Kesederhanaan ini, menurut Jefry, bukan inisiatif daerah semata. Arahan tersebut datang langsung dari Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh kader menjadikan HUT sebagai momentum empati dan refleksi.
Berbagi untuk yang Paling Membutuhkan Alih-alih perayaan, DPC Gerindra Majalengka memilih menggelar kegiatan sosial. Paket sembako dibagikan kepada penyandang disabilitas, anak yatim, serta warga kurang mampu. Bagi Jefry, inilah makna sesungguhnya dari tema HUT tahun ini: “Kompak, Bergerak, dan Berdampak.”
“Kalau politik tidak berdampak pada kehidupan rakyat, maka itu kehilangan maknanya,” kata dia.Disela pembagian bantuan, sejumlah kader terlihat berbincang dengan warga penerima. Ada cerita tentang kesulitan hidup, ada pula senyum lega karena merasa diperhatikan. Momen-momen kecil inilah yang menurut Jefry sering kali luput dari sorotan, padahal justru menjadi inti dari kerja politik.
Dari Partai ke Pembangunan Daerah Bicara soal dampak, Jefry menautkan gerak politik Gerindra dengan pembangunan Majalengka. Ia menyebut semangat “Majalengka Langkung Sae” sebagai cerminan dari kerja yang ingin benar-benar dirasakan masyarakat.
“Langkung Sae bukan sekadar slogan. Itu harapan agar Majalengka benar-benar menjadi lebih baik, sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Bupati Hadir sebagai Kader
Peringatan HUT Gerindra ke-18 ini juga dihadiri Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang datang sebagai kader partai. Ia menilai kesederhanaan acara justru membuat pesan politik Gerindra lebih terasa.
Di hadapan kader, Eman mengajak agar capaian pembangunan tidak disimpan sendiri, tetapi disampaikan secara jujur kepada publik. Ia mencontohkan sektor pertanian yang kini dinilai lebih ramah bagi petani, terutama dalam hal akses pupuk.
Selain itu, Eman menyinggung sektor kesehatan dan pendidikan yang disebutnya terus menunjukkan perbaikan. Ia juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mampu menjangkau puluhan juta masyarakat hanya dalam waktu satu tahun.“Program ini bukan hanya soal angka, tapi soal anak-anak yang hari ini bisa makan lebih layak,” ujar Eman.
Refleksi dan Harapan
Bagi Eman, HUT Gerindra bukan sekadar perayaan usia, melainkan ruang untuk bercermin. Ia menyebut momen ini sebagai ajang muhasabah, baik bagi partai maupun para pemegang amanah kekuasaan.
“Masih banyak yang harus diperbaiki. Tapi selama kita mau terbuka dan bertanggung jawab, kepercayaan publik akan tetap terjaga,” katanya.Di usia ke-18, Gerindra di Majalengka memilih berjalan tanpa sorak-sorai. Di balik kesederhanaan itu, tersimpan harapan sederhana pula: politik yang hadir, mendengar, dan memberi arti bagi kehidupan warga sehari-hari. (www.sorana.co.id//ras/@eko)





























