Pelantikan PC PMII Indramayu “Being More PMII Indramayu Menuju Masa Depan Kabupaten Indramayu”

 

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Untuk Gerakan kaderisasi pembangunan daerah

SORANA.CO.ID-INDRAMAYU JAWA BARAT:Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Indramayu resmi melaksanakan Resepsi Pelantikan Kepengurusan di Aula Hotel Prima Indramayu Mengusung tema “Being More PMII Indramayu Menuju Masa Depan Kabupaten Indramayu”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat gerakan kaderisasi, konsolidasi organisasi, serta kontribusi nyata PMII terhadap pembangunan daerah.

Ketua Cabang PC PMII Indramayu, Ahmad Fikri, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum pelantikan tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial semata. Menurutnya, pelantikan merupakan titik awal penguatan gerakan organisasi yang melibatkan seluruh elemen PMII di Kabupaten Indramayu.

“Momentum pelantikan bukan hanya seremonial belaka, melainkan sebagai ajang konsolidasi antar kepengurusan, kader, anggota, dan alumni PMII se-Indramayu. Melalui kebersamaan ini, PMII harus semakin solid dalam menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kabupaten Indramayu,” pesan Ahmad Fikri.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Indramayu, Raudlatul Maula menyoroti berbagai persoalan perempuan dan kesetaraan gender yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Indramayu. Ia secara khusus menekankan maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih mengancam perempuan-perempuan Indramayu.

Raudlatul Maula menyinggung salah satu kasus yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian optimal, yakni kasus Nadia (21 tahun), warga Kecamatan Lobener, Kabupaten Indramayu, yang sampai saat ini masih berada di Provinsi Anhui, Tiongkok. KOPRI PMII Indramayu mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk mengambil langkah konkret demi memastikan keselamatan serta mempercepat proses pemulangan Nadia ke Indonesia agar dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

“KOPRI PMII Indramayu akan terus mengawal isu-isu perempuan dan gender, khususnya persoalan TPPO yang masih menjadi ancaman serius. Kami mendesak pemerintah dan seluruh instansi terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam memulangkan Nadia ke pelukan keluarganya di Indonesia,” terang Raudlatul Maula.

Sementara itu, Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Indramayu, Asep Maulana, menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader sebagai fondasi utama keberlanjutan organisasi. Menurutnya, PMII harus terus hadir sebagai organisasi kader yang responsif terhadap dinamika sosial dan mampu mengawal berbagai isu strategis daerah.

“Penguatan kader PMII se-Kabupaten Indramayu harus menjadi prioritas bersama. Kader PMII harus terus meningkatkan kapasitas diri dan tetap konsisten mengawal berbagai isu daerah demi terwujudnya Indramayu yang lebih maju dan berkeadilan,” ungkap Asep Maulana.

Melalui resepsi pelantikan ini, PC PMII Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam pembangunan daerah, memperkuat kaderisasi, serta mengawal berbagai persoalan masyarakat menuju masa depan Kabupaten Indramayu yang lebih baik. (www.sorana.co.id//ras/roso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here