
Gubernur Jabar KDM Dedi Mulyadi –Foto:subang.info
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Uang Ada Tapi Dilarang Dibayar….!
SORANA.CO.ID-BANDUNG JAWA BARAT:Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara soal nasib 3.823 tenaga honorer di sektor pendidikan yang belum menerima gaji selama dua bulan.Nilai total yang tertahan pun tidak kecil, mencapai Rp14 miliar.
Namun fakta mengejutkan terungkap. Menurut Dedi, persoalan ini bukan karena anggaran kosong. Justru sebaliknya, dana tersebut sudah tersedia dan siap dibayarkan.Masalah utama ternyata terletak pada aturan dari Kementerian PAN RB yang melarang pembayaran tenaga honorer. Jika tetap dibayarkan, pemerintah daerah berisiko dianggap melakukan pelanggaran keuangan.
“Uangnya ada, sudah dialokasikan. Tapi ada edaran yang melarang,” tegas Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan.Situasi ini membuat ribuan honorer, mulai dari guru, tenaga tata usaha, hingga petugas kebersihan, berada di posisi sulit. Mereka tetap bekerja setiap hari, namun haknya belum bisa diterima.
Dedi pun menegaskan bahwa tenaga honorer masih sangat dibutuhkan di Jawa Barat. Ia bahkan berencana langsung menemui Kemenpan RB untuk mencari jalan keluar terbaik.Di sisi lain, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga mengakui adanya keterlambatan gaji tersebut.
Koordinasi terus dilakukan agar pembayaran bisa segera direalisasikan tanpa melanggar aturan.Kasus ini pun memicu perhatian luas. Publik mulai mempertanyakan nasib ribuan pekerja yang tetap mengabdi di sekolah, namun terhambat aturan administratif yang belum menemukan titik terang.Source Subang.info-(www.sorana.co.id//ras/@penulis:subang.info)































