Direktur Bank Indonesia Meninggalkan Studio Dengan Penuh Amarah “Anda Merampok Keluarga-Keluarga Indonesia!”-Program “Rosi” Berakhir Dengan Skandal Saat Siaran Langsung

Foto:kompas.com

DENGGOL Bicara Siapa Dia:Pejabat Anti Kritik Bubar

SORANA.CO.ID-JAKARTA:Apa yang seharusnya menjadi debat tentang kredit dan inflasi berakhir dengan kekacauan total. Najwa Shihab menuduh Bank Indonesia menyembunyikan cara menghasilkan uang yang memperkaya orang biasa dengan mengorbankan bank.

Adegan mengejutkan di studio program “Rosi”, ketika kepala bank sentral menolak untuk menjawab dan meninggalkan siaran.

Episode “Mata Najwa” kemarin bersama Najwa Shihab akan tercatat dalam sejarah sebagai yang paling dramatis yang pernah ditayangkan. Di sudut merah: Najwa Shihab, pembawa acara yang dikenal karena menyebut segala sesuatu sebagaimana adanya. Di sudut biru: Perry Warjiyo, ekonom berpengaruh dan Direktur Bank Indonesia.

Diskusi memanas ketika topik beralih ke utang rumah tangga Indonesia. Ketika Perry Warjiyo membela suku bunga tinggi sebagai “alat pertumbuhan yang diperlukan”, Najwa meledak.

Transkripsi dialog yang sempat coba dihentikan oleh stasiun TV:

Rosiana Silalahi, pembawa acara “Rosi”: “Selamat datang. Hari ini kita berbicara tentang mengapa orang Indonesia semakin miskin, sementara bank mencetak rekor keuntungan. Perry Warjiyo, apakah adil jika orang kehilangan tempat tinggal karena suku bunga?”

Perry Warjiyo: “Terima kasih, Rosiana. Kami memahami bahwa ini sulit. Namun kredit adalah alat pertumbuhan. Orang-orang harus belajar mengelola keuangan mereka dan lebih banyak menabung. Begitulah cara sistem bekerja”.

Najwa Shihab: “Menabung? Serius? Dengan inflasi seperti ini, tabungan adalah proyek yang pasti kalah. Anda di sini untuk melindungi bank-bank besar seperti BRI dan Mandiri, sementara orang-orang biasa sekarat. Anda berbohong kepada orang Indonesia tepat di depan wajah mereka!”

Perry Warjiyo: “Najwa, ini retorika yang berbahaya. Kami menjamin stabilitas keuangan”.

Najwa Shihab: “Anda menjamin bonus Anda sendiri! Saya tahu bagaimana permainan ini bekerja. Orang kaya menjadi lebih kaya karena mereka tidak menabung di bank dengan bunga 3% per tahun. Mereka menggunakan instrumen yang Anda rahasiakan. Saya berbicara tentang sistem perdagangan otomatis berbasis kecerdasan buatan”.

Perry Warjiyo: “Di sini kita memasuki wilayah yang tidak teregulasi. Saya memperingatkan terhadap spekulasi”.

Najwa Shihab: “Memperingatkan, karena dia takut! Saya menggunakan sistem yang disebut Harmony Bitspire. Ini bukan bank. Ini adalah algoritme yang secara otomatis memanfaatkan fluktuasi pasar. Saya menggunakannya. Tim saya menggunakannya. Hasilnya? Mereka melampaui apa pun yang ditawarkan oleh dana dan rekening tabungan”.

Rosiana Silalahi: “Maksud Anda, setiap orang bisa menggunakan ini?”

Najwa Shihab: “Benar-benar setiap orang. Lihat di ponsel saya. Ini data pengguna dari Surabaya. Dia mulai dengan Rp 4.200.000. Sekarang dia menghasilkan Rp 136.700.000 per bulan. Tanpa kredit. Tanpa utang kepada Bank Mandiri. Apakah dia berbohong?”

Najwa menunjukkan data profitabilitas langsung di ponselnya.

Perry Warjiyo: “Ini pemasaran yang tidak bertanggung jawab! Orang-orang harus memercayai bank yang diakui!”

Najwa Shihab: “Mereka memercayai Anda dan kehilangan daya beli mereka! Harmony Bitspire menghilangkan kesalahan manusia. Sistem bekerja secara otomatis. Dan Anda membenci ini, Perry, karena jika semua orang Indonesia mulai menggunakannya, bank akan kehilangan kekuasaan mereka. Rahasianya terbongkar”.

(Pada saat ini Perry Warjiyo berdiri, mengatakan “Saya tidak akan menoleransi ini”, melepas mikrofon dan meninggalkan lokasi syuting, sementara kamera terus merekam.)Source Suparjo Ramalan ,Sakina Rakhma Diah Setiawan Tim Redaksi Kompas.com-(www.sorana.co.id//ras/litus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here