
SORANA.CO.ID – INDRAMAYU – JAWA BARAT: SMPN Unggulan Sindang, Indramayu melaksanakan rapat dinas rutin di ruang guru. Kegiatan yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan ini menjadi forum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah perbaikan dalam pengelolaan karakter siswa. Kamis, (30/04/2026)
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMPN Unggulan Sindang, *H. Haryanto, M.Pd*. Dalam pembukaan, beliau menyampaikan bahwa meskipun berbagai program sekolah telah berjalan baik, masih terdapat dua tantangan yang perlu segera ditangani secara bersama-sama oleh seluruh elemen sekolah.

*Dua Persoalan Utama yang Disorot*
Persoalan pertama adalah masih ditemukannya siswa yang datang ke sekolah di luar jam yang telah ditetapkan atau kesiangan. Menurut H. Haryanto, keterlambatan ini tidak hanya mengganggu proses pembelajaran di awal jam pelajaran, tetapi juga mencerminkan kurangnya pembiasaan disiplin waktu sejak di lingkungan keluarga.
Persoalan kedua yang menjadi perhatian serius adalah kebiasaan sebagian siswa yang masih membuang sampah sembarangan di lingkungan sekolah. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi kenyamanan, kebersihan, serta merusak citra sekolah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berkarakter.
“Saya mengajak bapak ibu guru untuk memberikan masukan dan saran. Permasalahan ini bukan hanya tanggung jawab wali kelas atau piket, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai pendidik,” ungkap H.Haryanto.
*Solusi Konkret dari Wakasek Humas*
Menanggapi hal tersebut, *Hj. Tarmiah* selaku Wakasek Humas memberikan usulan program yang aplikatif. Beliau mengusulkan pembentukan *Satuan Tugas Kebersihan* yang terdiri dari perwakilan guru dan siswa.
Tugas satgas ini nantinya meliputi pemantauan titik-titik rawan sampah, melakukan patroli kebersihan pada jam istirahat, serta memberikan teguran edukatif kepada siswa yang kedapatan membuang sampah tidak pada tempatnya. Selain itu, satgas juga akan berkoordinasi dengan OSIS untuk mengadakan kampanye kebersihan secara berkala.
“Dengan adanya satgas, pengawasan bisa lebih terstruktur dan siswa juga bisa belajar berorganisasi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan mereka sendiri,” jelas Hj. Tarmiah.
*Komitmen Bersama Jaga Lingkungan dan Kedisiplinan*
Dalam penutupannya, Haryanto menekankan pentingnya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dalam membentuk karakter positif anak. Ia mengajak seluruh guru untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan, tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas, terutama pada jam-jam istirahat dan sebelum pelajaran dimulai.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan sekolah kita. Setiap guru adalah teladan. Ketika kita konsisten memungut sampah dan datang tepat waktu, anak-anak akan mengikuti. Begitu pula dalam hal memantau anak yang membuang sampah sembarangan, jangan dibiarkan. Tegur dengan cara yang mendidik,” pesannya.
Rapat dinas diakhiri dengan kesepakatan bersama bahwa program kedisiplinan dan kebersihan akan mulai diperketat pelaksanaannya pada awal Mei 2026. Seluruh guru juga sepakat untuk membuat jadwal piket tambahan guna memantau area-area tertentu di lingkungan sekolah.
Diharapkan dengan langkah ini, SMPN Unggulan Sindang dapat semakin memperkuat budaya disiplin dan peduli lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang unggul dan berakhlak mulia. (Ridwan)






























