
Ketua Komisi III dan rombongan saat meninjau jembatan Cijurey Siliwangi, (Foto: Euis)
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Jembatan Bagus Tranportasi Lancar Harapan Rakyat
SORANA.CO.ID–MAJALENGKA JAWA BARAT: Harapan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Majalengka untuk memiliki akses jalan dan jembatan yang lebih layak akhirnya mulai terwujud. Setelah melalui proses pengusulan yang cukup panjang, pembangunan Jalan dan Jembatan Cijurey Siliwangi di Desa Silihwangi, Kecamatan Bantarujeg, resmi direalisasikan pada 2026 dengan anggaran hampir Rp19 miliar.
Proyek yang dibiayai melalui jalur aspirasi DPRD itu menjadi salah satu bukti bahwa usulan masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme pembangunan daerah dapat diwujudkan apabila mendapat pengawalan secara berkelanjutan.
1. Aspirasi warga dikawal sejak Musrenbang
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, mengatakan pembangunan Jembatan Cijurey bukan merupakan program yang muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, proyek tersebut lahir dari aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) V yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025.
Usulan itu kemudian dikawal oleh Komisi III DPRD bersama pemerintah desa, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), unsur Muspika, hingga pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang.
“Aspirasi masyarakat tidak serta-merta langsung terealisasi. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari pengusulan, verifikasi hingga penganggaran,” kata Iing, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan DPRD tidak berhenti ketika anggaran telah disahkan, tetapi juga memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
2. Komisi III minta proyek dikerjakan dengan kualitas terbaik
Iing menegaskan pembangunan jembatan senilai hampir Rp19 miliar tersebut merupakan amanah masyarakat yang harus dijaga bersama.
“Pembangunan Jembatan Siliwangi dengan anggaran hampir Rp19 miliar ini adalah amanah besar dari rakyat. Tugas kami di Komisi III tidak berhenti pada penganggaran, tetapi juga mengawal dan mengawasi agar pelaksanaannya tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia meminta Dinas PUTR, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat, serta kontraktor pelaksana bekerja secara profesional agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Ini infrastruktur vital. Kualitas harus dipastikan prima agar mampu bertahan dalam jangka panjang demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Bantarujeg, Lemahsugih, dan sekitarnya,” katanya.
3. Diharapkan mendongkrak ekonomi masyarakatKeberadaan jalan dan jembatan baru diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat di wilayah selatan Majalengka.
Iing menilai infrastruktur tersebut akan memperlancar arus transportasi, menekan biaya distribusi barang, sekaligus mempermudah akses masyarakat menuju sekolah maupun fasilitas kesehatan.”Transportasi akan lebih lancar, biaya logistik menurun, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Agustinus Subagja, mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, setiap aspirasi yang masuk akan diperjuangkan, meski tetap harus melalui mekanisme dan tahapan yang telah ditetapkan pemerintah.”Kami mengajak masyarakat untuk tidak sungkan menyampaikan aspirasi. Semua usulan akan kami kawal, namun tentu harus melalui tahapan dan proses yang berlaku,” katanya.
DPRD Kabupaten Majalengka menilai keberhasilan pembangunan Jembatan Cijurey merupakan hasil sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif. Ke depan, pola pengawalan serupa akan terus dilakukan agar berbagai usulan pembangunan lainnya dapat direalisasikan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(www.sorana.co.id//ras/@eko)































