
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H.Iing Misbahuddin beberkan hasil sidak di depan awak media. (Foto: Eko Widiantoro)
DENGGOL Bicara Siapa Dia:Awasi Temuan Catat Laporkan
SORANA.CO.ID–MAJALENGKA JAWA BARAT: Polemik proyek pemeliharaan Jalan Munjul-Ciandeu yang viral di media sosial mendapat perhatian Komisi III DPRD Majalengka. Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak), dewan menemukan sejumlah titik yang sebelumnya ramai dipersoalkan masyarakat telah diperbaiki. Namun, masih ada bagian jalan yang mulai menunjukkan kerusakan.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan karena proyek tersebut sudah menjadi perhatian publik.
“Karena ini sudah menjadi atensi masyarakat, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Beberapa titik yang sebelumnya retak memang sudah diperbaiki,” kata Iing, Kamis (4/6/2026).
1. DPRD temukan aspal mulai terkelupas
Meski secara umum kondisi jalan dinilai cukup baik, Komisi III menemukan satu hingga dua titik yang mulai mengalami pengelupasan aspal.
Menurut Iing, temuan tersebut langsung disampaikan kepada pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan sebelum kerusakan meluas.
“Ada beberapa titik yang mulai terkelupas. Jangan sampai dibiarkan karena nanti kerusakannya bisa bertambah besar,” ujarnya.
Ia menduga pengelupasan terjadi karena ketebalan lapisan aspal di beberapa bagian relatif tipis sehingga kurang mampu menahan beban kendaraan yang melintas.
2. Soroti kualitas proyek yang menggunakan uang rakyat
Iing menegaskan persoalan Jalan Munjul-Ciandeu bukan hanya soal retak atau tidaknya jalan. Menurut dia, proyek tersebut menjadi perhatian karena dibiayai menggunakan anggaran pemerintah yang berasal dari uang rakyat.
Karena itu, Komisi III meminta seluruh proyek infrastruktur tahun 2026 dikerjakan lebih serius dan sesuai standar.
“Jangan sampai ada lagi pekerjaan yang asal jadi. Masyarakat ingin hasil pembangunan yang benar-benar berkualitas,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas proyek harus tetap menjadi prioritas meskipun harga material konstruksi saat ini mengalami kenaikan.
3. Soal dugaan tak ada patching, DPRD serahkan ke PUTR
Belakangan, sejumlah warganet dan pengamat konstruksi mempertanyakan metode pengerjaan proyek tersebut. Salah satu yang ramai dibahas adalah dugaan tidak dilakukannya patching atau perbaikan dasar jalan secara maksimal sebelum pelapisan aspal dilakukan.
Menanggapi hal itu, Iing mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai aspek teknis pekerjaan.
“Saya tidak terlalu memahami teknisnya. Tapi yang jelas, Dinas PUTR harus bertanggung jawab memastikan semua pekerjaan dilakukan sesuai SOP dan spesifikasi teknis yang berlaku,” ujarnya.
4. DPRD ingatkan pengawas proyek jangan lengah
Menurut Iing, polemik Jalan Munjul-Ciandeu harus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Ia menilai pengawas lapangan memiliki peran penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan standar kualitas yang ditetapkan.
“Sudah tidak ada waktu lagi untuk membiarkan pekerjaan asal jadi. Kita harus membuktikan bahwa pembangunan di Majalengka benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Meski belum berencana memanggil kontraktor maupun Dinas PUTR secara khusus terkait proyek tersebut, Komisi III memastikan akan terus memantau kondisi Jalan Munjul-Ciandeu dalam beberapa bulan ke depan.
“Kualitas jalan itu akan terlihat seiring waktu. Kalau memang dikerjakan sesuai standar, masyarakat juga yang nanti bisa menilai,” kata Iing. (www.sorana.co.id//ras/@eko)






























